Friday, June 23, 2006

LORONG HITAM

Terendap lara dalam jiwa
Menyayat dinding hati merana
Merintih dan menangis dalam kehampaan
Tak terbiaskan dalam lorong kegelapan

Kemanakah siang yang kunanti
Knapa tak tampak cahayanya harii ini
Apakah dia juga mengerti
Ketika mendung tak dapat dikhianati

Lelah merebah tapak - tapak perjalanan
Berpegang hanya pada perasaan
Menyeret langkah agar tetap keluar
Karena ku yakin diluar ada harapan

Terperosok dalam lubang jalanan
Terpeleset dalam licin kehidupan
Tersandung dalam buaian semu
Terjerumus dalam suasana biru

Tapi kuyakin ini semakin tebal
Meski terasa seperti kulit ari
Namun ....
Kuyakin aku dapat keluar
Menatap silaunya mentari
Meradang dalam hangatnya
Meski bermandi peluh
Namun membakar keoptimisan hidup ini

Mampukah aku keluar
Tak dapat ku ukur dengan jarak
Sebab suasana dalam diriku masih gelap

Akan kah aku kalah
Tetap berada dalam kegelapan
Wahai sang pencinta hati
Kebesaran-Mu meyakinkan aku
Kekuasaamu menguatkan aku
Akan dapat kulihat mentari
Meski hanya sekejap mata berkedip

23.04.06

0 Comments:

Post a Comment

<< Home