Reruntuhan Jiwa
Hujan ditengah malam
Di tempat yang sepi ini aku sendiri
Tanpa tawamu tanpa dirimu
Dan tak ada tempat tuk berteduh...
Hanya dingin yang memelukku
Hujan di malam ini
Membekukan akan sebuah pencerahan
Menggigil dalam biru darah tak tercair
Hanya putih tulang coba tuk kuatkan bertahan
Tak ada tempat untuk berteduh
Dan kehangatan yang bisa ku peluk
Sunyi membunuhku.....
Aku terbunuh dalam keheningan....
Rintihan jiwa dalam kebekuan
Ku coba keluarkan lewat teriakan
Yang terdengar hanya kilatan petir
Yang kurasakan seperti tak ada akhir
Semakin aku terkapar tak terasakan
Saat dingin air mencoba menembus tulang
Dan aku tak merasakan lagi kilatan
Sebab reruntuhan jiwaku sudah merinai kebumi yang basah
Yang kurasakan aku sudah diantara bidadari - bidadari
Dikehidupan yang baru ku alami saat ini
Selamat tinggal kemelut yang memeluk sang jiwa
Biarkan jiwaku kini terbang dikehidupan surga
"Haruskah tertentang sebuah kematian
Sedangkan datangnya tanpa undangan"

0 Comments:
Post a Comment
<< Home